//
you're reading...
Inspirasi

Apakah Kita Membuang Orangtua Yang Membesarkan kita,sampai menjadikan kita berhasil Sekarang?

akankah-kau-membuang-ibu-yang-membesarkanmu-hingga-sehebat-sekarang

Photo copyright Thinkstockphotos.com

Panti jompo. Sempat memikirkan bila satu hari, mungkin kita yang ada disana? Barangkali tak, lantaran kita memikirkan bahwasanya kita mempunyai keluarga serta anak cucu nanti. Apakah kita meyakini mereka bakal menyukai kita hingga akhir hayat?

Yaitu suatu cerita di Jepang perihal budaya ‘membuang’ orangtua. Dimana orangtua yang telah manula serta renta, lantaran ketidakberdayaannya serta ketidakmampuannya, pada akhirnya dibawa ke rimba serta ditinggalkan disana. Di suatu tempat bernama Ubasuteyama.

Disana, beberapa orangtua ini bakal ditinggalkan dengan makanan yang telah mereka bawakan. Lalu dilewatkan sampai wafat dengan sendirinya. Orangtua makin manula, terkadang memanglah makin rewel serta bikin anak cucu mereka menyerah hingga mereka lakukan ini. Bila masa saat ini, mereka bakal membawa orang tuanya ke panti jompo.

Alkisah ada seseorang anak yang sampai kini di besarkan oleh ibunya yang seseorang janda. Ibunya cuma orang desa umum, namun dapat bikin anaknya makan tiap-tiap hari serta sekolah tinggi. Satu hari anak itu berhasil, mempunyai rumah yang layak, istri cantik serta anak-anak yang sehat.

Tibalah saat dimana ia bakal lakukan ritual buang ibunya. Sang ibu telah nyaris berumur satu era, tidak banyak dapat bicara serta seluruhnya yang dikerjakan mulai melambat. walau demikian, ia sadar diri bahwasanya ia bakal dibuang ke rimba. Si ibu pasrah serta terus tenang.

Sang anak memanggulnya di punggung. Rimba ini sebegitu jauhnya, sesaat sang ibu menuai dahan serta ranting di sekelilingnya selama perjalanan. Saat hingga ditempat yang sangat mungkin, si anak membenahi bekal yang ia bawa untuk sang ibu. Lalu ia turunkan ibunya tiada melihat berwajah.

Ia tidak tega sesungguhnya untuk bicara, lidahnya juga kelu serta matanya malu melihat sang ibu. Pernah terdiam sesaat, hingga sang ibu berkata, ” Nak, anda tidak butuh cemas. Ibu senantiasa menyayangimu serta kasih ibu senantiasa semakin besar sehari-harinya. ”

Baru hingga situ, sang anak mulai tertegun. ” Semoga anda tak tersesat serta pulang ke jalan yang benar. Saya telah bikin jejak di jalan dengan ranting serta dahan yang kupatahkan. Hidup yang baik ya, Nak, ” katanya lagi.

Saat itu juga dada sang anak seperti bakal meledak. Kepalanya panas serta matanya berkaca-kaca. Ia membalikkan tubuh dengan cepat, lihat ibunya. Digendongnya lagi sang ibu serta dibawanya pulang kembali. Ia tidak jadi buang ibunya ke rimba serta berkemauan menjaga ibunya hingga akhir hayat.

Ladies, terkadang kita terlampau repot jadi dewasa serta lupa bahwasanya orangtua kita menua. Terkadang kita lupa bakal menua seperti mereka serta seperti apakah kita mau diperlakukan waktu tua kelak?
Perlakukan orangtua kita dengan penuh sayang serta hormat. Lantaran begitulah kita bakal diperlakukan oleh anak cucu kita kelak. Serta ingatlah, diantara mereka ada doa serta surga untuk kita. Semoga memberikan inspirasi.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: