//
you're reading...
Unik Aneh

Dibuang ke Sungai Buaya, Bayi Yang Dianggap Bawa Sial(Tradisi Mengerikan Ethiopia)

67327-tradisi-mengerikan-ethiopia-bayi-yang-dianggap-bawa-sial-dibuang-ke-sungai-buaya-022958

Foto: copyright dailymail.co.uk

” Dahulu saya menuruti tekad kepala suku lantaran tak mempunyai pilihan. Tetapi saat ini, setiap saat lihat wanita melahirkan serta berikan susu untuk bayinya, saya sangatlah menyesal. Saya terasa kesepian. Tak ada anak yang ada di segi saya, ”

15 Bayi Yang Saya Lahirkan Dikira Bawa Sial

Tersebut pernyataan Buko Balguda (45 th.), seseorang wanita yang datang dari desa suku Karo, Omo Valley, Ethiopia. Wanita ini menceritakan cerita pahitnya satu tahun lebih yang lalu, waktu 15 bayinya dikira untuk Mingi (pembawa sial) serta mesti dibunuh membuat perlindungan semua desa. Kebiasaan ini sudah ada turun temurun serta tetap berjalan hingga saat ini. Sekurang-kurangnya 300 bayi wafat percuma lantaran dikira Mingi, ditulis oleh Dailymail. co. uk.

tradisi-etiopia-2-dailymail

Buko Balguda | Foto: copyright dailymail.co.uk

” Saya mempunyai tujuh bayi lelaki serta delapan bayi wanita. Di saat itu, kebiasaan suku kami tetap sangatlah keras. Saya menghormati kebiasaan ini, hingga membiarkan mereka membunuh anak-anak saya, ” tutur Buko. Tetapi saat ini, Buko berasumsi kebiasaan ini tak sepantasnya dipertahankan.

Bahkan juga Bayi Kembar, Cacat, Serta Gigi Pertama Tumbuh di Atas Dikira Mingi

Tak hanya Buko, ada banyak masyarakat suku di Ethiopia yang berasumsi kebiasaan ini sangatlah kejam. Sebagian bayi yang dikira Mingi yaitu bayi yang lahir tiada izin ketua kebiasaan, bayi kembar, bayi dengan cacat fisik, bayi yang gigi pertamanya tumbuh di rahang atas (berlaku juga untuk anak-anak yang gigi susunya terlepas), dan anak yang lahir dari bapak yang gagal lakukan kebiasaan lompat kerbau sebelum saat menikah.

tradisi-etiopia-1-dailymail

Wanita selalu mencemaskan bayi dan anak-anak mereka karena tradisi ini | Foto: copyright dailymail.co.uk

Waktu ketua kebiasaan menyebutkan seseorang bayi untuk bayi Mingi, maka bayi itu mesti selekasnya dibunuh. Langkah membunuh bayi ini dapat juga disebut kejam. Bayi itu bakal ditinggalkan sendirian di rawa-rawa sampai wafat lantaran kelaparan atau mungkin dimakan oleh binatang buas. Terkadang langkah yang lebih mengerikan yaitu melempar bayi atau mungkin anak-anak ke sungai yang penuh buaya.

Pemerintah Ethiopia Melarang Kebiasaan Ini

Meskipun pemerintah Ethiopia telah melarang kebiasaan ini, tetap diketemukan ritual yang sama. Sebagian ketua kebiasaan juga setuju bahwasanya kebiasaan ini tak perlu diteruskan. Tetapi tetap ada suku-suku yang menjaga kebiasaan Mingi, diprediksikan tiap-tiap th. 300 bayi wafat percuma lantaran dikira membawa sial. Menyikapi hal semacam ini, sudah banyak instansi sosial serta panti bimbingan ingin menyimpan anak-anak yang dikira Minggi serta membesarkan mereka.

tradisi-etiopia-3-dailymail

Shomo Bulka dan anaknya yang dititipkan pada polisi | Foto: copyright dailymail.co.uk

Satu diantara orangtua yang berupaya membuat perlindungan bayinya yang dikira Mingi yaitu. Sesudah ketua kebiasaan menyebutkan bayinya yaitu bayi Mingi, pria ini segera menyerahkan bayinya pada polisi serta meminta mereka mengamankan bayinya. Saat ini bayi itu telah berumur balita serta terlihat sehat. Banyak warga suku lakukan hal sama atau mungkin menitipkan bayinya pada panti bimbingan.

Hingga kebiasaan betul-betul hilang, beberapa wanita serta orangtua senantiasa kuatir saat bayi mereka lahir. Semoga saja kebiasaan ini tak akan menyingkirkan nyawa bayi-bayi yg tidak berdosa.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: