//
you're reading...
Nasional

Mudik Dengan Sepeda Motor Berbahaya

mudik dengan sepada motor

antaranews

Warga masyarakat Sumatera Utara yang mau mudik Lebaran Idul Fitri 1435 Hijriah ke kampung halamannya dianjurkan janganlah memakai sepeda motor, lantaran sangatlah beresiko di jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Sumut, Anthony Siahaan di Medan, Sabtu, menyampaikan, tambah baik warga itu mudik memakai angkutan bus umum, lantaran lebih terjamin keamanannya, tak capek, dan dapat istirahat dengan tenang.

Masyarakat memakai sepeda motor mudik Lebaran, menurut dia, semakin banyak resikonya di jalan raya, lantaran arus tranportasi yang terlampau padat serta belum lagi lewat daerah yang riskan kecelakaan, dan jalur macet.

” Oleh karenanya masyarakat janganlah ingin mencari resiko dengan memakai sepeda motor untuk pulang kampung, ” ucap Anthony.

Dia mengatakan, umumnya orang yang mudik Lebaran itu, tidak cuma berboncengan, namun juga ada yang membawa barang baju ke kampung.

Diluar itu, ada juga warga yang mudik yang membawa anak kecil, serta hal semacam ini yang di kuatirkan bakal alami kecelakaan di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) masuk H-2 Lebaran (Sabtu, 26/7) serta diprediksikan mulai alami kemacetan.

” Kita mengharapkan masyarakat yang mau berlebaran atau mungkin berkumpul di kampung halaman serta janganlah ada berlangsung hambatan atau mungkin momen kecelakaan di jalan raya, ” katanya.

Kadishub memberikan, daerah riskan longsor ada di lintas tengah mencakup lokasi Tanah Karo, Dairi, Tarutung, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan serta Simalungun.

Selaian itu, ada tempat riskan macet untuk disebabkan dipakainya daerah faedah jalan untuk aktivitas diluar peruntukkkan (pasar serta pungutan/sumbangan suka-rela).

” Pada aktivitas Idul Fitri th. ini, Dishub Sumut membangun 100 lebih Posko Lebaran serta 500 personel pengamanan di lapangan, dan mengantisipasi kemacetan, longsor serta hambatan yang lain, ” tuturnya.

Data yang didapat di Dishub Sumut, terdaftar sejumlah 22 tempat riskan longsor di Sumut serta sebagian salah satunya di lokasi Tanah Abang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang sampai lokasi Saribu Dolok Kabupaten Simalungun.

Lalu, Kota Medan sampai Pancurbatu, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang menuju Brastagi, Kabupaten Karo. Lokasi Jembatan Merah Kecamatan Natal, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Diluar itu, lokasi Sukai Ramai di Kecamatan Salam, Kabupaten Pakpak Bharat sampai perbatasan Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabanjahe ke Kuta Rakyat di Kabupaten Karo, Kabupaten Tapanuli Tengah menuju Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Selatan.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: