//
you're reading...
Nasional

Polisi Diadukan ke Komnas HAM Pasca Rusuh di Dolly

papantegakd

Polisi Diadukan ke Komnas HAM

Ternyata urusan masalah Dolly belum selesai juga karena bentrok pada polisi serta massa di eks lokalisasi Dolly-Jarak waktu pemasangan papan info berbunyi ‘Kelurahan Putat Jaya, Kampung Bebas Lokalisasi Prostitusi’ berekor.

Polisi diadukan ke Komnas HAM oleh Front Pekerja Lokalisasi (FPL). Diluar itu, FPL yang sampai kini lakukan pendampingan pada warga lokalisasi Dolly serta Jarak juga ajukan tuntutan dengan cara hukum atas tindakan kekerasan yang dikerjakan kepolisian pada warga setempat.

” Aksi represif yang dikerjakan aparat hari Minggu, apa pun argumennya tak dibenarkan, ” kata Ketua Tim Advokasi FPL Anis pada wartawan, Rabu (30/7/2014). (baca detik news com)

Sekarang ini, kata Anis, pihaknya tetap menghimpun bukti serta kenyataan untuk di sampaikan ke Komnas HAM. Sebagian bukti yang telah dihimpun benda-benda di Posko FPL yang hilang, rusaknya fisik bangunan, kontrol dokter serta sisa luka yang dihadapi beberapa warga, rekaman video, photo serta rekaman audio yang berisikan nada komando lapangan yang menyebutkan bakal menyapu bersih lokasi Jalan Jarak.

Anis memberikan, pihaknya juga buka posko untuk terima pengaduan warga sebagai tujuan pemukulan polisi. ” Waktu telah ada 7 orang yang telah melapor. Mereka alami luka bocor di kepala serta memar di muka dan sekujur badan disebabkan dipukul dengan tangan, tongkat, ditendang, diinjak, dicekik serta lehernya dipiting, ” katanya.

Ia menilai aksi represif polisi terlalu berlebih. Walau sebenarnya saat itu, warga cuma menampik pemasangan papan info kampung bebas prostitusi di lokasi mereka di Jalan Jarak. Sedang papan papan di Girilaya serta depan Kelurahan Putat Jaya tak diusik.

Pengrusakan papan info oleh warga itu, kata Anis yang jadikan argumen polisi melakukan tindakan represif. ” Harga papan itu berapakah sih? Tak sepadan dengan keadaan fisik serta psikis warga, ” ungkap Anis.

Bila versus polisi temukan senjata tajam, kata Anis, itu hanya pisau dapur memiliki ukuran kecil yang diketemukan di posko. Adapun bom molotov, tak ada yang meyakinkan siapa pemiliknya.

Sedang pasal penghasutan serta pengrusakan yang dituduhkan pada Koordinator FPL, Ari Saputro atau mungkin Pokemon juga berkesan mengada-ada. ” Untuk aktivis, tuduhan pasal karet perihal penghasutan atau mungkin provokasi memanglah telah umum. Namun untuk pengrusakan, tuduhan itu terlampau dipaksanakan, ” paparnya.

Advertisements

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Polisi Cari Dalang Penolak Penutupan Dolly Surabaya | BritaOnline.Com - August 1, 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: