//
you're reading...
Politik

Sebenarnya kedudukan hukum (legal standing) Gugatan Pilpres Prabowo Hatta Masih Dipertanyakan

gugatan hukum

Pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melakukan telekonferensi dengan sejumlah pesantren di Indonesia, di Rumah Polonia, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Hari terakhir masa kampanye, pasangan Prabowo-Hatta melakukan doa bersama dengan beberapa pesantren di Indonesia.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla, Ferry Mursyidan Baldan, mempertanyakan kedudukan hukum (legal standing) serta hak pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang ajukan tuntutan Perselisihan Hasil Penentuan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi. Sidang perdana bakal di gelar pd Rabu (6/8/2014) yang akan datang. Menurut Ferry, Prabowo-Hatta tidak lagi penuhi prasyarat legal standing untuk ajukan tuntutan lantaran sudah menyebutkan menarik diri dari sistem pemilu.

Pd 22 Juli lali, Prabowo menyebutkan sikap untuk menarik diri dari sistem Pilpres 2014 saat Komisi Penentuan umum (KPU) tetap lakukan rekapitulasi nasional.

” Bila ajukan sengketa pada hasil Pilpres, maka yang diserahkan mesti pada seluruh hasil, 33 propinsi serta satu luar negeri, yang diputuskan pd tanggal 22 Juli 2014. Sedang pasangan nomer satu mengundurkan diri waktu penetapan hasil baru berjalan untuk 29 propinsi, belum seluruh, ” kata Ferry lewat info pers, Minggu (3/8/2014) malam.

” Pertanyaan kami yaitu perihal posisi legal pasangan calon nomer satu pada hasil Pilpres, ” imbuhnya.

Ferry menilai, sikap Prabowo yang menarik diri itu tunjukkan sikap tak siap untuk berdemokrasi. Terlebih, sesudah sistem menarik diri gagal, Prabowo masuk kembali ke sistem Pilpres dgn ajukan tuntutan ke MK.

” Tersebut penyebab kenapa Pilpres 2014 yaitu ujian untuk elite-elite partai perihal makna demokrasi, lantaran sejatinya demokrasi yaitu jalan yang kita tentukan dalam kontestasi politik. Demokrasi tak bisa disimpulkan baik cuma bila membawa kemenangan untuk diri. Bila diri tak menang, dinilai tak demokratis, ” katanya.

” Sekali lagi beberapa elite politik tengah diuji perihal sikap pada demokrasi serta kontestasi politik, dalam hal semacam ini pilpres. Jangan sempat ada pandangan dari orang-orang bahwasanya yg tidak siap serta tidak ingin berdemokrasi nyatanya elite politik, ” kata politisi Partai Nasdem itu.

Advertisements

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: